Kebaikan yang tersembunyi
Oleh Ana_Pena
Sebuah mobil mendekat ke arah pemukiman penduduk. Dalam mobil itu ada dua orang yang mengenakan seragam relawan, perwakilan dari salah satu komunitas. Mereka masih muda, memiliki wajah tampan dan meneduhkan.
Saat itu mereka melaju dengan kecepatan cukup tinggi. Kebakaran di Kota Baru membuat segera terjun untuk membantu. Tidak banyak yang mereka bawa. Hanya obat-obatan dan beberapa penanganan darurat lainnya.
Bersyukurnya rute yang dilalui tidak terlalu berat. Hingga membuat mereka lekas sampai di tempat. Mereka di tugaskan lebih awal untuk mengevakuasi dan meneliti hal apa saja yang dibutuhkan oleh para penduduk.
Salah satu pemuda membuka pembicaraan.
"Bang, kita mau mulai dari mana?" Sahut Ali.
"Kita mulai saja dari merawat yang terluka berat lebih dahulu. Kamu cek keadaan mereka, abang yang angkut ke rumah sakit. Nanti kamu cek juga apa yang mereka butuhkan, Li." Papar Bang Ardie.
Mereka berdua bekerja sesuai instruksi yang diberikan Bang Ardie. Ya, Bang Ardie merupakan ketua dari para relawan yang dikirimkan ke Kota Baru.
Saat semua telah selesai melaksanakan tugas, ada cerita menarik di antara keduanya.
"Bang, aku nggak pernah lihat Bang Ardie itu ngeluh ataupun cape pas di lapangan. Apa sih rahasianya Bang?"Kata Ali dengan wajah penuh tanya.
"Li, hidup manusia itu tidak ada yang tahu. Kalau hari ini Abang mati, cuma pengen mati dalam keadaan baik. Sudah terlalu banyak dosa yang Abang lakukan di masa lalu, Li. Itu yang buat Abang selalu semangat. Semoga Allah rida dan mengampuni semua dosa abang di masa lalu." Jelas Bang Ardie.
Ali hanya manggut-manggut saat tahu jawaban Bang Ardie. Dia semakin salut dan menghormati atasannya. Pantas saja dia menjadi pimpinan, karena sikapnya memang layak sebagai pimpinan.
Banyak kebaikan tersembunyi yang dia lakukan. Dia berdalih, kalau yang besar diperlihatkan, maka yang tidak terlihat amalannya harus lebih besar lagi. Itulah kebaikan yang tersembunyi.
Komentar
Posting Komentar