Menata Ulang Karir
Imbas dari Corona
Oleh Sity Hana Nurjanah
Covid
19 (Corona Virus) menjadi momok menakutkan di tahun 2020. Tidak ada yang
terbebas dari ancaman ini. Bahkan tercatat hampir seluruh negeri mendapat
dampak besar dari Covid 19. Beberapa Negara seperti Wuhan, Amerika Serikat,
Brazil, India, Rusia bahkan di tanah air kita Indonesia merasakan dampak besar
dari Covid 19.
Hampir
beberapa industry lumpuh, hingga menyebabkan perekonomian di ambang penurunan
bertubi. Tidak ada yang bisa menahan Covid 19, semua negara melakukan tindakan
preventif terhadap virus ini. Salah satu upaya pemerintah melakukan tidakan
preventif di Indonesia yaitu diberlakukannya PSBB (Pembatasan Sosial Berskala
Besar).
Banyak
sekali perusahaan yang ditutup, karyawan yang dirumahkan bahkan sampai
pemutusan hubungan kerja. Banyak orang yang menganggur pada masa pandemi,
kesulitan mencari sumber pendapatan. Di masa ini bisa makan saja mungkin sudah
menjadi hal yang patut disyukuri.
Angka orang-orang yang terjangkit
ataupun tertular semakin bertambah besar jumlahnya. Di bulan November 2020,
kasus positif corona sebesar 425.796 orang. Semua seperti sulit untuk
dikendalikan, meskipun banyak yang sembuh namun angka penambahan jauh lebih
banyak.
Dari pandangan sudut lain, justru
adanya covid 19 ini menjadi penentu karir. Bagaimana saat PSBB berjalan,
disitulah kita menemukan sebuah potensi besar yang tidak pernah kita sadari. Beberapa rekan penulis justru semakin gencar
menulis dan menelurkan karya. Salah satu profesi yang bisa menghasilkan yaitu
dengan menulis.
Banyaknya penerbit menggelar event
ketika pandemic, membuat para penulis semakin produktif. Banyak waktu yang
tersedia sehingga bisa lebih fokus melatih dan mengasah bakat menulis. Semakin
bertebaran komunitas-komunitas menulis yang muncul untuk saling berbagi pula.
Sebut saja salah satunya yaitu
komunitas ODOP (One Day One Post). Mengenal komunitas ini dari salah satu temen
penulis. Berawal dari ikut RWC ODOP 2020 (Ramadhan Writing Challenge) hingga
ketagihan untuk mengikuti tantangan kembali. Lebih tepatnya menantang diri
untuk konsisten menulis di masa pandemic dengan ikut ODOP.
Daftar di detik-detik terakhir,
membuat saya merasa sangat ketakutan. Khawatir tidak masuk dalam daftar
kelulusan menjadi peserta ODOP. Dari beberapa komunitas yang di ikuti, di ODOP
ini merasa tantangannya lebih berat. Memiliki jangka waktu yamg cukup lama,
bahkan sampai menguras otak, juga membuat daya juang untuk konsisten menulis di
pertaruhkan.
Berkali-kali sering terlewat satu
hari dalam menulis. Namun tekad ingin bertahan menyelesaikan tantangan sampai
akhir, maka terus berjuang meski harus tertatih. Hampir tereliminasi, bahkan di
detik-detik eliminasi terjadi keajaiban yang membuat aku bertahan hingga hari
ke 60 ini.
Bertemu komunitas ODOP menambah ruh
tulisan semakin menguat. Padahal dalam setiap tulisan belum sepenuhnya
maksimal. Kata-kata yang paling diingat dari kakak PJ, “Terpenting mencoba
untuk konsisten menulis setiap hari itu yang utama.”
Lagi-lagi konsistensi ini di
pertaruhkan di sini. Kesetiaan diri bisa mengikuti setiap program, memiliki
hikmah mampu sabar dengan aturan. Pokoknya bener-bener terlatih segalanya di
sini. Beragam aspek dipelajari dari mulai aturan kepenulisan, menemukan passion
tulisan, mengolah branding, bahkan melatih kepekaan menulis dengan lebih
meningkatkan spiritual diri.
Yang paling mengesankan, saat
bertemu dengan temen-temen seperjuangan yang sangat ramah juga saling
mendukung. Merasa tidak sendiri di ODOP, membuat semangat belajar, menggali
potensi menulis lebih dalam di tempat ini. Saling bertukar cerita, tips dan
trik yang memberi tambahan wawasan bagi kita.
Ada banyak kalangan/profesi yang ada
di komunitas ODOP. Dari mulai seorang guru, ibu rumah tangga, pelajar, mahasiswa,
programmer, bahkan blogger ada di tempat ini. Hampir terasa lupa dengan masa pandemic,
karena berada di lingkungan yang mendukung tumbuh kembang diri.
Hikmah terhebat adalah saat masa
pandemic masih bisa berkarya, menemukan lingkungan positif yang mendukung
tumbuh kembang potensi diri, bahkan bertemu dengan kawan seperjuangan yang
memiliki rasa solidaritas yang cukup tinggi. Covid 19 masih menjadi momok
menakutkan. Namun dengan adanya ODOP, menjadi sesuatu hal yang berbeda.
Tetap semangat untuk melewati setiap
tantangan demi tantangan. Yakin, semua akan indah pada waktunya. Badai pandemic
akan segera berlalu, seiring menjadi pribadi baru yang tumbuh lebih cemerlang.
#ODOP
#OneDayOnePost
#ODOPChallange9
Komentar
Posting Komentar