Kejadian tidak terduga

Oleh Ana_Pena

Aku tidak mencari kamu, kamu tidak mencariku. Tapi Allah-lah yang mempertemukan kita.

   

                Rinai hujan membasahi tanah. Tercium bau harum tanah yang terguyur hujan. Mendung menyelimuti awan, menambah kesyahduan sore itu. Jannah dan Thalib sama-sama menatap langit yang di penuhi tetesan air hujan, meskipun terpisah jarak di antara keduanya.

                Thalib tinggal di pulau Sulawesi, sedangkan Jannah tinggal di pulau Jawa. Tidak ada yang tahu sebuah takdir. Di acara kajian via zoom itu, mereka bertemu dan saling mengenal. Tidak banyak sapa di antara mereka. Jannah hanya sebatas peserta yang mengikuti kajian yang di pimpin oleh Thalib.

                Gadis itu terhanyut dengan acara kajian, hingga tanpa sadar ada seseorang yang tengah memperhatikannya. Selama kajian Jannah hanya terfokus pada acara kajian, tidak terlalu memerhatikan keadaan sekitar. Dia menulis dengan teliti.

Kata demi kata yang di ucapkan gurunda, dia tulis tanpa ada yang terlewatkan. Malam itu pemahasan sangat menarik. Pembahasan tentang akad nikah idaman. Semua peserta tampak antusias dengan materi yang di bawakan oleh Ustaz Muza. Ustaz Muza adalah pakar cinta yang menguasai ilmu pranikah ataupun pasca nikah.

Pembahasan pun berakhir, hingga masuk pada sesi tanya jawab. Saat itu Jannah mencoba bertanya secara langsung menggunakan feature Raised Hand. Thalib yang melihat, segera memberikan Jannah kesempatan untuk bertanya secara langsung.

Assalammualaikum, Ustaz ijin bertanya. Adakah batasan calon suami dalam memberikan mahar bagi calon istrinya?” Tanya Jannah.

Waalaikumusalam warahmatullah, tidak ada batasan bagi calon suami dalam memberikan mahar kepada calon istrinya. Mengutip salah satu hadist, laki-laki yang baik akan memberikan mahar terbaik bagi perempuan. Sedangkan perempuan meringankan maharnya bagi laki-laki. Keduanya sama-sama memiliki keutamaan. Namun lebih baik tidak menuntut lelaki dalam memberikan mahar, semua sesuai kesanggupan pihak laki-laki.” Jawab Ustaz Muza.

“Bagaimana Kak Jannah, sudah puas dengan jawabannya? Atau masih ada yang ingin ditanyakan kembali?” Sahut Thalib.

“Tidak ada, Kakak. Semua sudah jelas, kak.”

Thalib kembali melanjutkan sesi tanya jawab. Ada debaran yang tiba-tiba saja menguat dalam hati. Menatap sosok Thalib, dia teringat dengan wajah seseorang. Namun, dia tidak tahu siapa lelaki itu. Hanya saja dia seperti pernah bertemu dengan sosok lelaki itu.

Wajah yang tegas, mencerminkan wibawa dan bijaksana. Senyuman penuh energy ketenangan, membuat siapapun merasa teduh saat memandang. Sosok sederhana menjadi inspirasi orang-orang di sekitarnya.

Tiga puluh menit berlalu, kajian via zoom itu berakhir. Thalib menutup kajian itu dengan sempurna. Semua peserta semakin antusias, menginginkan pembahasan kajian lebih dalam lagi. Malam itu penuh semangat, dan semakin terasa keberkahannya.

Terutama untuk Thalib dan Jannah, ada rasa yang berbeda di antara keduanya. Entah itu rasa apa, yang jelas semua  terasa berbeda. Ada rasa yang tidak bisa dijelaskan dengan kata. Masing-masing saling terdiam, berharap agar pertemuan tidak terduga itu berakhir dengan membahagiakan.

 

#ODOP

#OneDayOnePost

#ODOPDay58

Komentar

Postingan populer dari blog ini