Pasrah Maunya Allah
Oleh Ana_Pena
Sejak pertemuan itu, aku sempat bertanya pada diri.
Kamukah yang Allah maksud?
Semakin kumencoba meyakini, namun timbul di hati rasa ingin memiliki.
Rasa ini yang tiba-tiba saja membuatku berhenti.
Ya, bukan berhenti berjuang.
Namun, berhenti untuk berharap padamu.
Ku tahu, itulah membuat kita berjarak.
Allah tidak pernah rida, ada rasa tanpa sebuah ikatan suci.
Allah menegur dengan cara indah, membuat kita berjarak dan saling menjaga dari kejauhan.
Bagiku kamu bukanlah terumbu karang yang harus kupecahkan.
Namun, kamu adalah kerang laut yang menyimpan mutiara indah.
Pancaran sinarnya mampu menyinari dari jauh.
Ketenangannya mampu kurasakan begitu dalam.
Satu pesan indahmu, yang terucap dalam dimensi mimpi.
Kamu harus belajar!
Masih kukenang, dan terus kuingat dalam benak.
Kamu mentor terbaik yang Tuhan kirim, saat aku rapuh, jatuh pada lubang keputusasaan.
Ini bukan tentang cinta saja, ini adalah janji ataupun komitmen dalam dimensi mimpi.
Hanya takdir Tuhan yang akan mempertemukan kita.
Sampaikan salamku, salamnya para nabi yang mulia.
Semoga dia yang kutuju, adalah benar yang Tuhan rida.
Bilapun kenyataannya bukan kamu, maka cukup semua terkubur dalam dimensi mimpi.
Kubuka cerita lembaran baru, untuk dia yang telah Tuhan siapkan untukku.
Jikapun kamu yang bersanding denganku, aku berpasrah, aku ikhlas.
Kubiarkan engkau damai dengan cinta yang baru.
Berpasrah, hanya Allah tujuan hidupku.
Hanya Allah tempatku bersandar dan bergantung.
#ODOP
#ODOPDay40
Komentar
Posting Komentar