Kubang Penyesalan Dosa
Oleh Ana_Pena
Pagi ini Aina tersadarkan dengan
sebuah chat dari seseorang. Bagaimana tidak tempo kemarin dia sedikit kesal dan
merasa malas melakukan semuanya. Salat, megaji dan rutinitas lainnya yang biasa
dia lakukan.
Gadis itu kesal dan marah pada Allah.
Mengapa dipisahkan dengan orang yang disayangi? Mengapa Allah begitu tega
membuat Aina dan orang yang diharapkannya harus menahan perasaan masing-masing.
Mengapa Allah begitu tega, membuat orang yang dicintainya, ketika awal memiliki
segalanya namun sekarang tidak berarti apa-apa?
Mengapa Allah begitu kejam kepada
mereka berdua harus berlarut dalam masalah? Padahal sudah merencanakan
kehidupan indah, pernikahan yang diimpikan. Mengapa semua tampak berbeda, dan
kenyataan pahit seperti ini yang diadukan.
Disitu Aina mulai merasa sudah
jengah, hingga dia berani mengatakan “Percuma semua yang ku lakukan untuk-Mu
Rabb. Saat aku sudah mencintai Mu tapi Engkau tak memberikan apa yang ku Mau.”
Lagi dan lagi kata-kata keluhan yang keluar, tanpa berpikir panjang efek dari
apa yang dikeluhkan.
Sadar ataupun tidak semua sudah
terjadi. Aina merasa begitu meyesal. Mengapa hati dan jiwanya bisa sebodoh ini, berpikiran tentang Allah. Padahal setiap harinya dia memberi nikmat yang
berulang kali jauh lebih banyak dibanding dengan masalahnya.
Hari esok dia berjanji, akan lebih
mencintai Allah dan menjadikan Allah sebagai satu-satunya sumber tujuan hidup, dan
sumber kebahagiaannya.
Dia merangkai satu puisi yang mewakili perasaannya.
Lepas, kembali lagi
Pernahkah kamu merasa kecewa dalam hidup?
Kekecewaan itu lebih tepatnya membuat kamu marah pada situasi yang dihadapi.
Bahkan yang terparah, kamu menyalahkan Allah dalam hal itu.
Kamu marah, tidak mau menjalankan semua kewajiban dan pengabdian sebagai hamba.
Kamu mengatakan, Dia jahat, tidak pernah mengikuti apa yang menjadi maunya diri.
Namun hati kecil menolak, ada sebuah penyesalan hadir.
Aku malu Ya Rabb, terlalu banyak kesalahan yang kubuat namun aku malah menyalahkanmu pada situasi ini.
Jangan kau hukum aku atas kelalaian ini.
Menebus semua yang kulepas, yang merupakan bagian dari pengabdianku padamu.
Aku kembali, untuk mencintaiMu...
Aku kembali, bergantung padaMu...
Aku kembali, menjadikanMu tujuah akhir hidupku...
Aku kembali, karena Engkaulah sumber bahagiaku...
#ODOP
#ODOP43
Ini cerpen kah atau cerbung teh hana?
BalasHapusceritanya flash fiction tapi gagal paham kakak... cerbung tapi kadang gak nyambung terus tiap hari wkwkwk
Hapus... peyesalan hadir
BalasHapusAku kembali...
(Yaa Allah...)
Sukses terus, Kak
iman emang kadang bisa bertambah atau berkurang, pengalaman soalnya , hehe
BalasHapusAku kembali, menjadikanMu tujuah akhir hidupku...
BalasHapusAku kembali, karena Engkaulah sumber bahagiaku...
bagian ini...bagusss