Catatan HIjrah

 

Sebuah rasa resah kini hadir menyeruak dalam hati…

Saat ku bertanya pada diri, mengapa hati enggan membaik?

Mengapa hati tak merasa lega saja? Mengapa hati begitu bergetar, manakala rindu menyeruak dalam dada?

Baikkah jika seperti ini? “Ku jawab tidak pada diriku sendiri…”

Apa yang kulakukan saja masih bingung lalu mengapa perasaan ini hadir? Kening mengerut pertanda kebingungan…

Dengan lirih ku berkata, aku sudah melepaskannya dan aku yakin Allah menggantikannya perasaan ini dengan keadaan yang lebih baik…

Sembari berjalan tanpa sadar aku berucap pula “Aku ikhlas karna Mu Rabbi”

Seketika perasaan gelisah yang awalnya ada mulai memudar, rembesan air mata ku seka, sampailah jalan ku pada sebuah tempat tujuan…

Yah, selalu tempat ini menjadi tempat teristimewa…

Bagaimana ku memulai dan sampai pada separuh jalan yang kini telah ku tempuh…

Semua tampak berbeda, mungkin aku kehilangan harta, kehilangan kawan, tapi aku mendapatkan tempat kembali yang lebih indah…

Cuplikan kisah hidup, ku untai dalam sebuah kata dan ku jaga segenap rasa agar makna dari apa yang ada selalu menjadi rasa yang selalu berbeda…

Bergetar jika ku ingat masa dimana pertama kali ku injak kembali rumah Mu Rabbi dan kini sudah separuh dari jalan ku…

Sambil mengucap syukur Alhamdulillah, seraya berkata Aku kembali untuk Mencintai dengan utuh Ya Rabb… Engkau pemilik hati ku seutuhnya tanpa terkecuali…

Hijrah ku untuk Menunggalkan Cinta kepada-Mu dan Untuk beribadah kepada Mu…

(Al-Kautsar, tempat awal dimana kumenemukan Cinta kembali kepada Mu)

 

Subang, 06 Oktober 2020


#ODOP

#OneDayOnePOst

#ODOPBatch8

#ODOPDay30

Komentar

Postingan populer dari blog ini