Bayangan yang bertahta di Hati

Oleh Ana_Pena

 

 

Semua ini masih tentangmu.

Yang  menjadi tanda tanya besar.

Melewati waktu demi waktu, bahkan setiap detiknya terasa menegangkan.

Aku masih memikirkan, tentang hari ini.

Apakah kamu jawaban atas setiap doaku?

Ataukah, Tuhan memiliki cara lain menjawab doaku.

Dari setiap episode kehidupan yang kujalani.

Kenapa takdir selalu membawa pada pertemuan denganmu?

Padahal, aku sudah mencoba berlari kencang meninggalkan jejakmu.

Aku sudah menghindar, melewati jalan yang berbeda.

Namun pada akhirnya, di ujung jalan aku tetap saja menemukanmu.

Aku takut dengan rasa ini, takut akan meruntuhkan egoku.

Tidak ingin terucap lagi, aku hanya ingin pergi.

Tanpa bisa mencarimu atau bahkan kamu tak lagi bisa menemukanku.

Aku tidak ingin kamu bertahta di hatiku.

Terlalu memalukan, jika aku harus tunduk padamu.

 Namun jawaban dari setiap penolakan yang terucap, hati kecilku tak pernah sanggup untuk menerima.

Selalu saja semua berbalik ke arahmu.

Aku tidak ingin menjadi bodoh, yang menjadi budak cintamu.

Aku punya Tuhan yang hebat, yang lebih layak kucintai.

Tidak ingin rasa ini membutakan mata hatiku.

Karena pada akhirnya hanya kasih sayang dan cinta dari Rabbku, aku bertahan melewati kehidupan.

Buncahan rasa ini akan menghilang.

Ya, hilang terkubur bersama sosokmu dalam imajiku.

Pergilah, aku merelakanmu tak menjadi bagian dari hidupku lagi.

Jangan pernah ucapkan kata “Tunggu aku ya, aku selesaikan semua urusanku.”

Pergilah, aku tidak ingin kamu hadir kembali.

Terima kasih untuk setiap jalan dan cerita yang pernah kamu bagi.

Terima kasih untuk setiap kata yang mampu membuatku bangkit kembali.

Pada akhirnya, aku ingin menghentikan semuanya.

Sudah terlampau jauh kamu hadir dalam hidupku.

Mengisi ruang hati kosong, yang sejatinya hanya akan kupersembahkan untuk dia yang Tuhan titip.

Pergilah … kumohon jangan pernah kembali.

Bisakah kamu lakukan itu, wahai bayangan yang pernah bertahta di hati?

Pilu, saat hati melepasmu.

Tapi itu harus kulakukan, agar cinta dan hati ini hanya untuk pasangan sejatiku saja.

Jika kamu tak mampu meninggalkan atau bahkan melepaskanku.

Maka, hadirlah dalam nyata.

Aku berjanji akan menerimamu dengan tangan terbuka tanpa syarat.

Sebagai bentuk setiaku, untukmu yang dulu hadir menemani.

Lalu, saat kau datang dalam nyata.

Ingatlah tentang percakapan hari itu, dimana kamu mengatakan ”kata cinta tidak penting”.

Aku membutuhkanmu untuk selalu disisi.

Berjuang bersama melewati hari.

Menemani setiap perjalanan panjang sampai menua.

Sampai tangan kita mampu bergandengan tangan menuju surga.

Dan cinta kita abadi dalam restu dan rida dari Sang Illahi.

 

#ODOP

#OneDayOnePost

#ODOPBatch8

#ODOPDay44

Komentar

Postingan populer dari blog ini