What is your goals?
#Renungan diri
Setiap manusia yang hadir di muka
bumi, Allah titipkan tiga hal yang menjadi peran diri kita ada di bumi. Apa
sajakah peranan itu? Peranan itu mencakup tiga hal.
1.
Ibadah
2.
Khalifah
3.
Dakwah
Peran inilah yang menempa diri untuk
selalu belajar. Memantaskan diri menjadi hamba yang taat, khalifah yang mampu
menjaga amanah dengan baik, dan menjadi yang bermanfaat untuk umat. Tiga hal
itu berat untuk dilakukan. Perlu banyak latihan, pembiasaan, dan menemukan
potensi diri yang menjadi modal untuk berkontribusi.
Menjadi seorang inspirator akan
mengalami banyak ujian. Dibutuhkan tekad yang kuat untuk bisa bertahan. Bahkan da
lam perjalanan, sering mengalami hal yang tidak mengenakan. Sering mendapati
hinaan, cacian, makian yang menjatuhkan
diri.
Ketika tujuan menjadi Inspirator karena Allah,
maka yang terjadi adalah apapun ujiannya dia akan mampu bertahan melewati
ujian. Ketika ujian-ujian itu mendekat, dia tidak akan menghiraukan karena dia
menyadari tujuan ini semua hanya untuk Allah.
#Generasi Berkah
Apa itu generasi berkah?
Saat mendengar pertanyaan itu yang
terlintas pertama kali adalah menjadi generasi yang mampu menebar kebaikan dan
kebermanfaatan. Namun ternyata, hal itu belum cukup menjabarkan makna dari
Generasi Berkah.
Generasi berkah itu :
1.
Visi
hidup akhirat
Generasi yang memiliki visi akhirat
adalah mereka yang bertaqwa. Taqwa, yang berarti dia taat pada perintah Allah,
dan menjauhi maksiat kepada Allah. Pertanyaannya, generasi milenial saat ini, apakah
termasuk yang taqwa ataukah sebaliknya? Jika saat ini masih banyak generasi
yang belum taat, tugas besar untuk kita membantu mereka menemukan jalannya
kembali pada Allah.
2.
Produktif
Generasi yang produktif adalah
mereka yang mampu memberikan banyak karya, dan memiliki banyak prestasi.
3.
Kontribusi
Generasi yang memiliki kontribusi
adalah mereka yang menebar kebaikan dan kebermanfaatan. Kehadiran mereka mampu
membangkitkan umat, dan selalu dirindukan umat.
#Belajar dari Keluarga terbaik yang menjadi
Inspirasi Al-Qur’an.
Siapa yang tidak mengenal sosok
Muhammad Al-Fatih?
Pejuang Islam yang berhasil merebut
Konstatinopel. Belajar dari keluarga Muhammad Al-Fatih, wajib memiliki visi
keluarga. Visi mereka adalah menjadi keluarga yang bisa menaklukkan
Konstatinopel. Visi itulah yang menjadikan mereka terus belajar, memantaskan
diri menjadi sebaik-baiknya pejuang yang bisa merebut Konstatinopel.
Hikmah dari keluarga istimewa :
1.
Hari-hari
dengan beragam fasilitas membuat anak menjadi malas. Orang tuanya tidak tinggal
diam. Saat itu Al-fatih kecil tidak di marahi, namun dicarikan guru terbaik
yang bisa mendidik Muhammad Al-Fatih.
2.
Jangan meremehkan anak yang malas belajar
karena bisa jadi dia akan menjadi orang besar yang tangguh.
3.
Jangan
pernah meremehkan pemuda, karena generasi mereka mempunyai kekuatan yang tidak
dimiliki usia sebelum dan sesudahnya.
Notes :
Bervisi menjadi pribadi yang baik, agar bisa menjadi orang tua yang baik.
Jangan banyak nasehati anak, tapi jadilah sandaran ataupun teman ketika anak membutuhkan kita.
Install diri kita dengan kebaikan
agar bisa menanamkan dan menyebarkan energi kebaikan yang kita miliki.
#Onedayonepost
#ODOP
#ODOPBatch8
#ODOPDay03
Semangat nulisnya kakak
BalasHapusInsya allah kak. Makasih udah mampir ☺
HapusMasya Allaah...selain tak banyak menasehati anak, kitapun harus selalu menjadi pribadi yg bisa memberikan contoh terbaik untuk anak-anak kita ya mbaa
BalasHapusBetul kakak, semoga kita jadi ortu yang baik buat anak-anak ya kak...
BalasHapus