Semua Tentang Nikah
#Pertanyaan Kapan
Nikah?
Apa yang terlintas di benak temen-temen tentang
Nikah? Pasti nikah itu enak, nikah itu bahagia, tidur ada yang temani, ada
teman curhat dan lain sebagainya. Sejenak jomlo minggir dulu… #Upsss wkwkwk…
Nah,
disini kita coba bahas tentang pernikahan ya. Nggak bakal bawa ayat, karena
bukan Ustadzah. Cuma seorang pelajar abadi yang masih fakir ilmu, namun mencoba
berbagi dengan ilmu yang Allah titipkan ini.
Semakin
dewasa pertanyaan “Kapan Nikah?” ini menjadi hal yang menakutkan. Apalagi jika
kita tidak tahu bagaimana cara menyikapi dan menanggapi pertanyaan ini.
Bisa-bisa kamu bakal ngerasa tertekan Cuma karena mikirin, “Kapan Jodoh Gue
Datang?” #hiks miris T_T
Netizen
yang julid atau Ibu komplek yang suka kepo, seneng banget kalau kita keliatan
kita itu sesuai dengan apa yang jadi presiksi mereka. Nah, sikapilah dengan
tenang, santai, penuh keilmuan. Yakin pertanyaan itu bukan sekedar angina lalu,
namun itu adalah peristiwa iman. Peristiwa iman karena sejatinya yang bertanya
adalah Allah SWT. Hanya saja, karena kita kurang paham cara Allah
berkomunikasi, menjadikan pertanyaan itu sebuah hal yang menyakitkan.
STOP,
meratapi diri kalau Cuma soal jodoh. Jadikanlah kesendirianmu sebagai
kesempatan memberikan kontribusi yang banyak untuk umat, dan manusia yang lebih
produktif lagi dengan menebar karya, kebaikan juga kebermanfaatan. Kalau ada
lagi yang tanya, “Kapan Nikah?” Cara jawabnya, dekati orang yang bertanya,
sentuh dia dengan penuh cinta sambil berkata, “Insyaallah secepatnya di tanggal
… bulan … tahun … (Sebutkan target
menikah). Minta doanya ya, semoga Allah ridho dan Allah mudahkan.”
So,
Jangan takut lagi dengan pertanyaan, “Kapan Nikah?” Oke…!!!
#Semua tentang Nikah
Fase dalam pernikahan meliputi lima
hal, yaitu:
1.
Persiapan
2.
Pejemputan
dengan jalan yang Rasulullah contohkan
3.
Perawatan
agar bisa menyikapi persoalan, turbulensi dan tantangan yang dihadapi.
4.
Penguatan
itu saat Allah SWT memudahkan diri sendiri, pasangan, anak-anak, dan keturunan
untuk mewakafkan diri dalam dakwah.
5.
Pengekalan
itu saat cinta, kasih sayang, relationship
kita kekal sampai ke surga.
Empat Quadran Cinta yang harus kita
fahami :
ü Suami masuk neraka, Istri masuk surga
(kisah Asiyah dan Fir’aun)
ü Suami masuk surge, istri masuk
neraka (Kisah Nabi Luth dan Istrinya)
ü Suami dan istri sama-sama masuk surga
(Kisah keluarga Ali dan Fatimah)
ü Suami dan Istri sama-sama masuk
neraka (Kisah keluarga Abu Jahal dan Umu Jamil)
Persiapan
dan penjemputan pernikahan
§ Keimanan yang mendalam kepada Allah
SWT. Tercermin dalam aplikasi, amalan, akhlaq dan selalu semangat dalam dakwah.
§ Ilmu yang luas, dengan cara selalu
mengikuti kajian agar selalu rendah hati dan tawadhu.
§ Kedalaman Skill, selalu menjadi
orang pertama dan terajin dalam mengurus tugas rumah tangga.
§ Kedewasaan, dengan cara menjaga
sikap agar mampu menyikapi berbagai persoalan.
§ Jaga kesucian, baik sebelum dan
ketika proses penjemputan.
§ Menjemput dengan menjaga keberkahan,
tentunya dengan jalan yang di contohkan Rasulullah dan diridhoi oleh Allah.
Perawatan Pernikahan
1.
Istiqomah
menjadi orang baik (pribadi baik bagi pasangan dan keluarga)
2.
Penguatan
: keluarga dakwah, dimana sudah tidak mementingkan diri sendiri lagi, namun
lebih mementingkan Allah SWT.
Ciri-ciri keluarga dakwah biasanya
hubungan romantic, usaha sudah sukses, anak-anak soleh dan sholehah.
Pengukuhan :
1.
Azamkan
kekuarga adalah tempat ibadah
2.
Fokus
akhirat
3.
Keluarga
Pecinta Ilmu
4.
Bagaimana
dia sendiri, dan keluarga selalu menginspirasi umat.
5.
Tidak
boleh salah seorang otoriter.
#OneDayOnePost
#ODOP
#ODOPBatch8
#ODOPDay09


Komentar
Posting Komentar