Remedi Cinta
Salah satu
surga singlelillah yaitu pernikahan. Sedangkan surganya orang yang sudah
menikah yaitu menikmati sakinah.
“Sesungguhnya Allah itu dekat, dan mengabulkan harapan
setiap hambanya.”
Tidak akan
keinginan kita terhalang, asal meminta kepada Allah. Tidak akan keinginan kita
terkabul bukan karena kemampuan sendiri.
Allah akam tolong penjemputan, pernikahan, dan menjaga keberkahan yang
ada di dalamnya.

Perasaan
kecewa, benci, yang menggiring seseorang untuk berbuat maksiat itu bukan cinta.
Jika kita mau mencari cinta, maka carilah cinta Allah terlebih dahulu.
Bersujudlah, merendah, maka Allah akan permudah mendapatkan cinta.
Ketika masih
single, lalu Allah beri nikmat indahnya sebuah pernikahan. Namun kita terkadang
malah menjauh dari potensi cintanya. Seperti contoh, saat sudah menikah hilang
romantisme terhadap pasangan. Terlupakan dengan kesibukan dunia yang
menghampiri. Seharusnya ketika menikah berusahalah menjadi pasangan yang
terbaik. Bahkan saat dikaruniakan seorang anak, maka didiklah anaknya menjadi
anak terbaik.
Ada yang jadi
suami, ingin menjadi suami dan ayah yang baik. Ada yang jadi istri, ingin
menjadi istri dan ibu yang baik. Ada yang jadi anak, ingin menjadi anak
yang baik dan berbakti pada orangruanya

Belajar ilmu
cinta sebelum menikah itu penting. Tanpa ada ilmu, menjadi istri dan suami yang
baik itu akan mengalami kelelahan. Jangan meremehkan dimensi cinta. Jika
meremehkan dimensi ini, maka kamu akan mengalami kesengsaraan terdalam saat
berumah tangga.

Tidak ada
fitnah yang paling berbahaya bagi laki-laki selain wanita. Laki-laki itu banyak
godaannya. Wanita menjadi godaan terbesar dalam kehidupan laki-laki.
Seorang imam
besar ketika dititipi seorang budak hitam wanita di rumahnya saat ia sendiri,
dia merasa ketakutan. Dari sini kita bisa belajar satu hal, tidak boleh
meremehkan wanita. Meskipun dia budak hitam, tetap saja berbahaya bagi
laki-laki.
Dalam kehidupan
sehari-hari setan memiliki banyak proyek untuk menggoda manusia, apalagi jika
dia memiliki niatan menikah. Saat masih sendiri, setan memiliki proyek membuat
mesra dan terasa indah segalanya sebelum pernikahan. Namun saat sudah menikah
proyeknya berganti, bagaimana antar pasangan itu bertengkar bahkan sampai
bercerai.
Di usia 40 tahun
ke atas, biasanya mengalami puber ke dua. Rata-rata di usia ini, ada yang
tergoda untuk menambah istri. Padahal hakikatnya bukan fokus menambah jumlah,
tapi harus bertambah tanggung jawab. Lompatan dalam perawatan nikah yaitu
bahagia ketika menikah dan dekat dengan Allah.
Saat jomlo
ingin curhat, namun dia belum memiliki teman berbagi. Saat menikah ingin
curhat, namun dia tidak memiliki waktu berbagi. Sibuk dengan beragam aktifitas,
membuat terlupa momen saling berbagi. Padahal kebutuhan mendasar perempuan,
butuh teman curhat dan di dengar.
Tidak ada orang
menikah, yang berniat untuk gagal. Begitu pula yang dialami oleh teman-teman
duda ataupun janda. Duda ataupun janda biasanya paling sulit untuk move on.
Terbayangi oleh mantan yang pernah mengisi hari-harinya. Bahkan terparah ada
yang sulit move on ketika cerai mati. Seperti sudah tertanam bahwa dia yang
telah pergi adalah yang terbaik baginya, dan tidak ada yang mampu
membandingkannya.

Awal-awal
menikah biasanya kita sering dihadapkan pada godaan. Contohnya untuk para
suami, awal menikah malas untuk pergi salat berjamaah. Apalagi setelah
mendengar pernyataan istrinya, “Ngapain capek-capek nyari pahala keluar, kan di
sini banyak pahala yang bisa dinikmati.”
Awal menikah
menjadi terasa indah, bahkan seperti tidak ingin terpisah meski sesaat. Masih
baru dan merasakan manisnya sebuah pernikahan. Namun saat sudah menjalani
bertahun-tahun, tidak jarang konflik sering terjadi di antara suami dan istri.
Ketika konflik
terjadi, cara mengatasi konflik yaitu :
a. Mengingat
kebaikan pasangan kita
b. Mengalah, berkorban
dan tidak menjatuhkan pasangan kita
c. Banyak
muhasabah dan tafakur
d. Mencari nasihat
dari pasangan kita, bertanya apa kekurangan diri kita yang harus diperbaiki
e. Mencari nasihat
dari ustaz atau guru yang bisa memberikan pencerahan terhadap persoalan yang
kita hadapi
Penyimpangan
cinta/kesalahan dalam pemahaman cinta yaitu kita tidak boleh mengingkari
sebagian dan percaya sebagian. Sebaik-baiknya kalian adalah yang baik kepada
keluarganya.
Berjuang di
masa penjemputan, lakukan beberapa hal…
a. Harus selalu
semangat dakwah.
b. Arahkan semua
energy berkorban kepada Allah. Saat bejuang hijrah ataupun lepas dari
mantan/alumni hati niatkan, untuk semakin dekat sama Allah.
c. Bertawakal
kepada Allah SWT. Tawakal sama putus asa itu sama-sama mentok. Kalau tawakal gantungannya
sama Allah. Kalau putus asa gantungannya pada selain Allah.
Ketika
penjemputan, sebelum Allah titipi yang namanya Jodoh, saat salat istikharah
bayangkan bagaimana rasanya saat kehilangan orang yang kita cintai. Jika kita
mampu tenang, maka kamu layak untuk di titipi amanah yang namanya jodoh.
-The End-
Maasyaa Allah.. terima kasih kak sharing ilmunya. Persiapan inj hihi
BalasHapusHuah noted banget nih. Anggap saja jadi tabungan buat suatu saat hihii
BalasHapusTerimakasih kaka💐
Aku juga sering nulis refrensi soal rumah tangga di blog. Emang bener ini....
BalasHapusAlhamdulillah bertemu dengan tulisan tentang keluarga, adem rasanya :)
BalasHapusWah, dapat ilmu baru tentang rumah tangga. Walaupun belum bisa dipraktikan sekarang sih, hehehe
BalasHapusAllah, sebaik-baiknya tempat kembali
BalasHapusRemedi Cinta, judulnya nyentrik banget. Penasaran, apa ini remedial gitu? Terus kalo dihubungkan dengan cina bagaimana jadinya?
BalasHapusHehe duh duh "yang jomlo ingin curhat gak ada temannya, yang sudah menikah ingin curhat gak ada waktunya," semuanya punya masalah masing-masing~
*cinta
BalasHapusMasya Allah... Mengena sekali tulisannya kak 😢
BalasHapusTak hanya ulangan saja yang butuh remedi ternyata juga butuh. Eh sama ga sih :)
BalasHapusBagus kak tulisannya ... memang perlu diremidi agar lebih kuat dna mampu
BalasHapus