Ruang Hati
Oleh : Ana_Pena
Semua yang terjadi padamu, mengusik diamku.
Sikap dingin, membuatku bertanya tentang kejelasan sikapmu.
Seolah menjauh, namun tetiba mendekat tanpa alasan.
Saat kumencoba ikhlas, kau memutar waktu dan seolah kau peduli.
Haruskah memahamimu kembali?
Berpura-pura untuk mengubur harapan, seakan membuat diriku jengah.
Ya, aku tak mampu melakukannya.
Menyadari untuk jujur soal rasa saja, butuh meruntuhkan ego pribadiku.
Mengalah pada diri, yang menyembunyikan kagum dalam diam.
Seolah tak berdaya, pada keadaan yang ternyata membuatku selalu bertemu denganmu.
Bagaimana aku akan mampu?
Seolah pergi, tanpa sebuah kata.
Ya, mungkin harus begitu adanya.
Aku menyerah, bukan karena aku lemah.
Aku hanya ingin menjaga agar tidak pernah tumbuh cinta dan rasa yang tidak kita duga.
Tenanglah, jika kamu memang benar untukku, maka cara Allah akan indah mempertemukan kita.
Subang, 14 oktober 2020
#ODOP
#OneDayOnePost
#ODOPDay36
Uwuuu sekalii puisinya mbaaaakk.....aku sukaaaa...
BalasHapusMakasih kakak, jadi malu heuheu
HapusDah, intinya kalo puisi pasti aku kunjungi wkwkw
BalasHapusIya aku seneng puisi kak. Masih belajar nih bikin puisi, masih newbie akak. Agak alay maaf π
HapusBaris terakhir kok uwuuu banget, Mbak :) Auto senyum-senyum dah
BalasHapusWkwkwk aku yang bikinnya agak dug dug ser kak pas di bagian akhir. Menunjukkan sebuah harapan tersembunyi π
HapusUhuy, puitisnyaaa
BalasHapusHehehe masih belajar, mendalami rasa untuk bertutur pada bait puisi π
Hapusaamiin...
BalasHapusMakasih sudah mendoakan kakak
HapusKeren. Jika Benar dirimu, maka bersatulah kita.... mantap hehe
BalasHapusHihihi harapan singlelillah itu kak heu
HapusYang main tarik ulur sama perasaan, suka bikin bingung ya. Tapi jika yang terbaik, pasti dia akan bersama kita. Klise tapi kita akan tahu alasannya, kenapa pada akhirnya bisa bersama atau tidak bersama dengan orang itu.
BalasHapusBetul kak, karena semua ada dalam skenarionya Allah. π
HapusAku pernah diposisi itu, dan rasanya memang gak enak banget ... Sedikit nostalgia baca puisinya . .. π
BalasHapusAlhamdulillah ada yang pernah mengalami juga. Seneng ada temen seperjuangan kak π€
HapusAna pena nama pena teh hana kah?
BalasHapusBetul kakak... pertama antologi sama yang kedua pakai nama Ana_pena kak hehehe
HapusAku menyerah bukan karena aku lemah, waaah betul banget kak. Justru menyerah disini adalah bentuk menguatkan diri. πͺπͺπͺ
BalasHapusHuhu.. daleem..
BalasHapusAku pernah bnget di posisi ini
Kalo memang takdirku adalah kamu, Allah akan mempertemukan kita dengan indah ><
BalasHapusMasya Allah puisi nyaπ
BalasHapus