Dibalik kisah sebuah Film

 

 

Nomor                                  :  683/DVD/13/PA/08.2023/2018

Judul                                     :  TILIK

Kategori                               :  Drama

Negara Asal                       :  Indonesia

Diluluskan untuk             :  13 tahun ke atas

Batas waktu berlaku       :  S/D 20 Agustus 2023

MPP/MPI/Kosong           :  0 menit/32 menit/0 menit

 

                Tilik menjadi film yang sedang hangat dibicarakan oleh kalangan penonton youtube. Bagaimana tidak, cerita dalam film ini nampak dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari. Tilik jika diartikan dalam bahasa Indonesia artinya menjenguk. Nah, bagaimana kelanjutan kisahnya, simak reviewnya ya teman-teman.

                Berawal dari sebuah pesan dari Dian yang mengabarkan bahwa Bu Lurah sedang sakit. Lalu, Bu Yu ning meneruskan info menengok Bu Lurah ke rumah sakit lewat pesan Whatsapp grup. Kemudian ibu-ibu komplek sepakat menengok Bu Lurah ke rumah sakit bersama-sama menggunakan mobil Truk.

Dari sinilah muncul sebuah perbincangan menarik ala ibu-ibu komplek yang seneng rumpi. Salah satu Ibu bernama Bu Yu Sam memberitahu Bu Tejo soal Dian, yang sering bolak-balik bersama Fikri anaknya Bu Lurah. Dian rela menemani Fikri untuk menunggu Bu Lurah.

                Di sisi lain, Bu Tejo menimpali berita dari ibu tersebut dengan mengungkapkan hal yang mengejutkan. Bu Tejo menceritakan soal pekerjaan Dian yang sering bolak-balik hotel, mall, jalan bersama laki-laki. Dia seperti menaruh curiga pada pekerjaan Dian, seperti bukan pekerjaan wanita baik-baik. Bu Yu Ning yang mendengar perkataan tersebut menyela dengan mengatakan bahwa Dian adalah seorang pemandu wisata.

                Tidak cukup sampai di situ, Bu Tejo mulai membeberkan beberapa fakta mengejutkan soal Dian yang membuat Ibu-Ibu di dalam mobil saling pandang. Dia menunjukan akun media social milik Dian, yang dalam pandangan ibu-ibu tidak sepantasnya diperlihatkan di ranah umum. Kemudian Bu Tejo melanjutkan bercerita, semakin memojokkan Dian dengan berbagai hal yang dia dapat di akun medsos miliki Dian.

                Bu Tejo membeberkan fakta yang mengarah seseorang semakin ingin mendengar lebih dalam tentang Dian. Bu Tejo bercerita bahwa Dian ditinggal pergi ayahnya saat kecil, ibunya punya sawah namun tidak terlalu besar, kehidupan Dian sederhana, tidak kuliah namun bisa mendapatkan barang-barang yang baru juga mahal dalam waktu yang singkat.

                Salah satu ibu, semakin mendukung obrolan untuk menguatkan cerita yang di ungkap Bu Tejo. Bu Yu Ning menyanggah obrolan itu dengan mengatakan tidak semua informasi yang ada di internetitu benar. Butuh menyelidiki sebuah kebenarannya.

                Di sela perdebatan di dalam mobil truk, tiba-tiba saja ada salah satu Ibu bernama Yu Nah yang muntah-muntah karena mabuk kendaraan. Sempat beberapa saat Ibu-ibu panik, menolong Bu Yu Nah yang mabuk kendaraan. Setelah Bu Yu Nah baikan, Bu Tejo melanjutkan kembali menggunjing soal Dian.

                Bu Tejo mengatakan, dia pernah menemukan malam-malam muntah. Bu Tejo memberi praduga bahwa Dian sedang hamil muda. Namun Bu Yu Sam menimpali, bahwa tidak semua yang muntah itu sedang hamil muda. Bu Yu Nah saja yang tidak hamil, muntah karena mabuk kendaraan.

                Tidak ingin kalah, Bu Tejo mulai meyakinkn apa yang dilihatnya itu benar. Dia membeberkan Dia  muntah tanpa keluar cairan seperti hamil muda. Lalu, Bu Yu Ning kembali membela dengan mengatakan Dian tidak mengalami perubahan fisik. Bu Tejo semakin memanas dengan mengeluarkan pernyataan anak jaman sekarang pintar menyembunyikan kehamilan. Dia bisa hamil namun tidak terlihat.

                Saat sedang berdebat, Bu Tejo kemudian merasakan ingin pergi ke kamar mandi. Dia ingin buang air kecil, dan tidak bisa menahan. Saat itu mobil sedang berada di sawah, namun dia tidak mau buang air kecil di tengah sawah karena takut ular. Akirnya Truk segera mencari masjid untuk salat dan buang air kecil.

                Saat itu Bu Yu Ning mendapat telpon dari Dian, karena  gawai milikinya lemah batrenya panggilan terputus. Kemudian Bu Tejo datang, memberi uang pada Supir gotrek. Bilang kalau itu bonus untuk supir gotrek asal mau menjadi tim sukses Pak Tejo ketika menjadi lurah.

                Bu Tejo mengatakan sudah saatnya Desa memiliki lurah baru yang lebih cekatan. Bu Lurah harus pensiun karena sering sakit-sakitan. Namu supir gotrek itu bilang, bahwa yang cocok jadi lurah itu Dian. Namun ibu-ibu yang ada di situ tidak setuju karena sudah terpengaruh kata-kata Bu Tejo tentang Dian.

                Sebelum sampai di rumah sakit, Bu Tejo sempat megeluh pada Bu Yu Ning soal mobil. Bu Tejo merasa keberatan naik mobil Truk namun Yu Ning mengatakan karena darurat jadi terpaksa memakai kendaraan yang ada. Yang penting buat Bu Yu Ning bisa sampai di rumah sakit untuk menengok Bu Lurah.

                Hening beberapa saat karena melewati Pos Polisi. Kemudian Bu Tejo mulai bercerita kembali. Dia seakan mengerti bahwa Bu Lurah sakit karena anaknya yang bernama Fikri berhubungan dengan Dian. Itu yang menyebabkan Bu Lurah sakit.

Di sinilah Bu Tejo mulai menggunjingn lagi soal Dian yang sering jalan dengan Om-om, bahkan menuduh memakai susuk. Bu Yu Sam mengingatkan Bu Tejo agar tidak memfitnah, namun itu tidak dihiraukan. Saat pembicaraan sedang asyik, tiba-tiba saja mobil Truk mogok. Supir gotrek turun dan mengecek mesin. Supir Gotrek bilang, mobil Truk harus di dorong agar bisa hidup kembali.

Semua ibu-ibu turun mendorong mobil Truk, namun hanya Bu Tejo dengan Bu Tri yang tidak mendorong. Mereka hanya menunggu di belakang, tanpa membantu. Bu Yu Ning berkomentar dengan aksi Bu Tejo yang menggunjing Dian. Dia mengaitkan mogoknya mobil akibat Bu Tejo memfitnah Dian.

Perselisihan tak terhindarkan di sini. Satu sama lain beradu argumen, dengan suara meninggi. Bu Yu Ning yang tenang mulai terpancing emosiya oleh obrolan Bu Tejo. Saat berdebat tanpa henti kemudian mobil Truk tiba-tiba berhenti, dan ternyata di tilang oleh polisi.

Kejadian lucu terjadi di sini. Gebrakan ala emak-emak supaya tidak di tilang membuat Pak Polisi tidak berkutik. Di pelopori Bu Tejo yang turun dan berbicara dengan speed kecepatan tidak terkira. Pak Polisi yang sudah memberi peluit berkali-kali agar sabar tidak di gubris. Akhirnya Pak Polisi mengalah dan membiarkan Bu Tejo beserta rombongan pergi ke rumah sakit.

Sesampainya di rumah sakit, Dian dan Fikri menemui Ibu-ibu sekampung. Namun Fikri mengatakan bahwa Bu Lurah sedang sedang berada di ICU sehingga tidak bisa di tengok. Disini Bu Yu Ning merasa bersalah pada Ibu-ibu, karena ternyata informasi yang di dapatnya keliru.

                Bu Tejo meredam perasaan salah Bu Yu Ning, lalu mengajak ibu-ibu yang lain untuk pergi berbelanja ke pasar saja. Di akhir episode ada hal yang mengejutkan, fakta terkait Dian ternyata benar. Dian adalah perempuan yang menjadi selingkuhan Pak Lurah.

               

Film Cream

                Review berikutnya adalah tentang Film Cream by David Firth. Film ini menceritakan seorang ilmuwan yang bernama Doctor yang menemukan produk Cream. Produk Cream ini memiliki keunggulan yaitu bisa membuat wajah yang rusak menjadi kembali seperti normal. Hidung, mata dan tangan yang cacat bisa kembali normal.

                Selain itu keunggulan Cream bisa membuat orang yang tua kembali muda. Patah tulang kembali sembuh sakitnya, bahkan bisa menghidupkan orang yang mati. Fungsi lain dari Cream bisa membuat barang rusak seperti televisi, mesin mobil, dan lainnya kembali menjadi baru.

                Saat cream ada kerusakan telah hilang dari muka bumi. Semua orang bahagia dengan berlimbah uang, benda-benda yang bagus, rumput yang hijau dan tanaman yang subur. Mengubah orang yang sakit keras menjadi sembuh dan lebih muda. Orang yang bodoh bisa menjadi pintar, bahkan orang yang memiliki keterbelakangan mental bisa sembuh.

                Kendaraan pada jaman it menjadi lebih canggih. Ada motor yang bisa terbang. Orang bekerja agar lebih cepat menyelesaikan pekerjaannya menggunakan produk Cream. Hewan dan robot bisa berbicara, bahkan ketika tidak bahagia bisa merasakan bahagia.

                Setalah melewati berbagai kemudahan yang ada karena produk cream ada beberapa pihak yang tidak menyukai produk Cream ada. Mulai menebarkan sebuah isu bahwa Cream terbuat dari bayi, bisa menimbulkan penyakit Aids, dan berbagai isu miring lainnya yang membuat Cream dimusnahkan dan Dr. Jack Bellifer di penjara.

                Itulah review singkat kedua film tersebut. Pesannya adalah sebagai penonton hendaknya kita bisa mengambil sisi baik dari sebuah tontonan. Filter setiap informasi yang hadur agar bisa memberikan kejernihan berpikir.

                 

Komentar

  1. bu tedjo memang luar biasa, pasar Beringharjo jadi jalan keluar dari segala kekisruhan berita yang simpang siur. intina obat ibu-ibu mah shoping nya teh... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih sudah mampir kakak, ditunggu krisannya kak😊

      Hapus
  2. Yups harus filter setiap informasi yg masuk, biar gak nyinyir kayak bu tejo hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak, filter informasi biar selamat dari pemberitaan hoax ya kak 🤗

      Hapus
  3. Cream ini bener-bener memperbaiki semuanya ya. Bahkan bisa membuat barang rusak jadi baru. Serem banget dah.

    BalasHapus
  4. Iya intinya jangan percaya hoax dari kedua film itu

    BalasHapus
  5. Memang benar mbak....kita harus memiliki filter dalam menyikapi semua informasi yang diterima. Tilik dan Cream menjadi film pembelajaran.

    BalasHapus
  6. Kasian aku lihat Yu Ning yang merasa bersalah, sudah jauh-jauh gak kesampaian.

    BalasHapus
  7. Ini jadinya menceritakan seluruh isi cerita ya kak, sama kek aku 😁🤭

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini